Paella adalah salah satu kuliner khas Spanyol yang telah dikenal luas di dunia. Hidangan ini tidak hanya menggugah selera dengan aroma rempah dan warna kuning keemasan yang menggoda, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya dan sejarah masyarakat Spanyol, khususnya dari wilayah Valencia. Bagi sebagian orang, paella hanya dianggap sebagai nasi berbumbu dengan lauk berlimpah, tetapi sebenarnya, paella lebih dari sekadar itu. Ia adalah simbol kebersamaan, perayaan, dan tradisi yang telah berlangsung selama berabad-abad.
Dalam artikel dari situs https://jelajahrasa.id/ ini, kita akan mengenal lebih dekat tentang apa itu paella, asal-usulnya, bahan-bahan yang digunakan, berbagai jenis paella, hingga tips memasak paella yang enak di rumah. Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Apa Itu Paella?
Paella adalah hidangan berbasis nasi yang dimasak dengan saffron, kaldu, dan berbagai bahan pelengkap seperti daging, seafood, atau sayuran. Makanan ini biasanya dimasak dalam wajan datar besar yang disebut “paellera”, dan dimasak di atas api terbuka agar menghasilkan kerak nasi yang renyah di bagian bawah, yang disebut “socarrat”—bagian yang sangat dihargai oleh pencinta paella sejati.
Nama “paella” sendiri berasal dari kata Latin “patella”, yang berarti wajan datar. Dalam bahasa Valencia, “paella” juga bisa berarti wajan, sehingga nama hidangan ini merujuk langsung pada peralatan masakannya.
Sejarah dan Asal-Usul Paella
Paella berasal dari wilayah Valencia, Spanyol timur, sekitar abad ke-18. Awalnya, paella adalah makanan petani dan buruh yang dibuat dengan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di sekitar mereka. Mereka memasak nasi dalam wajan besar di atas api terbuka dan menambahkan bahan-bahan seperti tomat, bawang, kelinci, ayam, kacang-kacangan, dan rempah lokal. Paella dibuat sebagai makanan yang bisa dinikmati banyak orang secara bersama-sama, terutama saat makan siang setelah bekerja di ladang.
Pada masa itu, daging kelinci dan ayam lebih sering digunakan karena lebih mudah didapat dibandingkan daging sapi atau seafood. Seiring berkembangnya zaman dan meluasnya pengaruh kuliner, bahan-bahan dalam paella menjadi lebih bervariasi, termasuk seafood seperti udang, kerang, dan cumi.
Bahan Utama Paella
Salah satu keunikan paella adalah kemampuannya untuk fleksibel terhadap berbagai bahan. Namun, ada beberapa elemen penting yang selalu ada dalam paella asli, yaitu:
- Nasi (arroz): Jenis nasi yang digunakan biasanya adalah nasi pendek khas Spanyol seperti “Bomba” atau “Calasparra”. Nasi jenis ini mampu menyerap cairan tanpa menjadi lembek.
- Saffron: Rempah mahal berwarna merah-oranye yang memberikan warna kuning khas dan aroma yang harum pada nasi.
- Kaldu (stock): Bisa berupa kaldu ayam, daging, atau seafood, tergantung jenis paella yang dibuat.
- Minyak zaitun: Digunakan untuk menumis dan memberikan rasa khas Mediterania.
- Bawang putih, tomat, dan bawang bombay: Bahan dasar sofrito, yaitu campuran tumis yang membentuk dasar rasa paella.
- Paprika dan rempah lokal: Untuk menambah kedalaman rasa.
- Sayuran seperti kacang hijau dan paprika merah: Digunakan pada variasi tertentu, tergantung wilayah dan musim.
Jenis-Jenis Paella
Seiring popularitasnya yang meningkat, paella kini memiliki banyak varian yang berbeda, tergantung dari daerah dan selera lokal. Berikut adalah beberapa jenis paella yang paling dikenal:
1. Paella Valenciana
Ini adalah bentuk paella paling tradisional, berasal dari wilayah Valencia. Biasanya menggunakan bahan-bahan seperti ayam, kelinci, kacang putih besar (garrofón), kacang hijau, tomat, saffron, dan rosemary. Ini adalah bentuk paella yang dianggap “asli” oleh orang Spanyol.
2. Paella de Mariscos (Paella Seafood)
Jenis paella ini menggunakan berbagai makanan laut seperti udang, kerang, cumi, dan ikan. Kaldu seafood digunakan sebagai dasar untuk memberi rasa laut yang khas. Paella seafood sangat populer di daerah pesisir dan menjadi salah satu varian paling dikenal secara internasional.
3. Paella Mixta (Campuran)
Ini adalah gabungan antara paella daging dan seafood. Biasanya menggunakan ayam, udang, cumi, dan kerang secara bersamaan. Meskipun populer di luar Spanyol, varian ini sering dianggap “kurang otentik” oleh sebagian orang Valencia karena mencampur daging dan makanan laut dalam satu wajan.
4. Paella Vegetariana (Vegetarian)
Versi paella ini tidak menggunakan daging atau seafood, melainkan digantikan dengan berbagai sayuran seperti paprika, kacang-kacangan, tomat, artichoke, dan asparagus. Cocok untuk mereka yang menjalani pola makan nabati.
5. Arroz Negro (Paella Tinta Hitam)
Versi unik dari paella yang menggunakan tinta cumi sehingga menghasilkan warna hitam pekat. Rasanya lebih intens dan gurih, sangat populer di daerah Catalonia dan Galicia.
Cara Menikmati Paella
Tradisi makan paella biasanya dilakukan secara bersama-sama. Di Spanyol, paella dimasak dalam satu wajan besar dan disajikan langsung di tengah meja. Orang-orang akan makan langsung dari wajan menggunakan sendok mereka sendiri, tanpa dipindahkan ke piring. Tentu saja, ini hanya dilakukan dalam lingkungan yang sangat akrab.
Paella biasanya disantap saat makan siang, bukan malam. Hal ini karena paella cukup berat dan butuh waktu lama untuk dicerna. Di Spanyol, restoran biasanya hanya menyajikan paella hingga sore hari, dan tidak pada malam hari.
Sebagai pelengkap, paella bisa dinikmati bersama anggur putih dingin atau sangria, minuman buah khas Spanyol.
Tips Memasak Paella di Rumah
Meskipun terlihat rumit, kamu juga bisa mencoba memasak paella di rumah. Berikut beberapa tips penting yang perlu diperhatikan:
- Gunakan wajan datar: Wajan lebar dengan dasar datar penting untuk memasak nasi secara merata. Jika tidak punya paellera, bisa gunakan wajan antilengket besar.
- Jangan diaduk setelah kaldu dituang: Setelah nasi dan kaldu dimasukkan, biarkan semuanya menyatu dan jangan diaduk. Ini penting untuk menghasilkan kerak nasi (socarrat) di dasar wajan.
- Gunakan kaldu yang kaya rasa: Jangan hanya air biasa. Kaldu ayam, daging, atau seafood akan meningkatkan cita rasa nasi.
- Masak dengan api sedang ke kecil: Hindari api besar agar nasi tidak cepat gosong di bagian bawah.
- Berikan waktu istirahat: Setelah matang, tutup paella dengan kain bersih dan diamkan 5–10 menit agar rasa lebih meresap.
Fakta Menarik Tentang Paella
- Paella memiliki hari perayaan nasional di Spanyol. Biasanya dirayakan pada bulan Maret bersamaan dengan festival Las Fallas di Valencia.
- Rekor paella terbesar di dunia dibuat di Valencia, dengan kapasitas untuk lebih dari 100.000 porsi!
- Tidak semua orang Spanyol suka mencampur seafood dan daging dalam satu paella, karena tradisi asli Valencia melarang kombinasi itu.
- Saffron adalah salah satu bahan termahal di dunia, dan penggunaannya dalam paella menjadi salah satu alasan mengapa hidangan ini dianggap spesial.
Kesimpulan
Paella bukan sekadar nasi berbumbu dengan lauk beragam. Ia adalah representasi dari tradisi, komunitas, dan rasa cinta terhadap makanan yang diwariskan dari generasi ke generasi di Spanyol. Dari versi klasik dengan ayam dan kelinci hingga seafood yang menggoda, paella mampu membawa siapa pun yang menyantapnya pada pengalaman kuliner yang kaya rasa dan budaya.
Bagi pecinta makanan internasional, mencicipi paella adalah langkah wajib. Apakah kamu mencobanya di restoran Spanyol, saat traveling ke Valencia, atau bahkan membuatnya sendiri di rumah, satu hal yang pasti: paella akan selalu menjadi hidangan yang menggugah selera dan menghangatkan suasana.
