Kalau kamu bertanya pada siapa pun tentang makanan khas Palembang, hampir bisa dipastikan jawaban yang pertama kali muncul adalah pempek. Ya, pempek adalah salah satu ikon kuliner Indonesia yang berasal dari Palembang, Sumatera Selatan. Keberadaan makanan ini sudah begitu melekat dengan identitas kota tersebut, sampai-sampai banyak orang yang langsung terbayang pempek setiap kali mendengar nama Palembang. Tidak hanya terkenal di daerah asalnya, pempek juga telah menjadi salah satu makanan favorit yang bisa ditemui di banyak kota di Indonesia.
Namun, meski kepopulerannya sudah sangat luas, tidak semua orang tahu sejarah, jenis-jenis, cara pembuatan, hingga keunikan rasa yang dimiliki oleh pempek. Artikel dari situs dapuroma.id ini akan membahas secara lengkap mengenai pempek—dari asal-usulnya, ragam bentuknya, hingga bagaimana makanan ini tetap bertahan dan terus dicintai dari generasi ke generasi.
Asal Usul Pempek: Cerita dari Zaman Dulu
Pempek diyakini sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Menurut sejarah lisan yang berkembang di masyarakat Palembang, pempek pertama kali dibuat oleh seorang warga keturunan Tionghoa yang tinggal di pinggiran Sungai Musi. Ia merasa prihatin melihat banyak ikan hasil tangkapan nelayan yang tidak terpakai karena tidak tahu cara mengolahnya. Lalu muncullah ide untuk menggiling daging ikan, mencampurnya dengan sagu, dan membuatnya menjadi makanan yang awet dan lezat. Makanan itu kemudian dijual keliling menggunakan pikulan.
Masyarakat setempat menyebut si penjual pempek ini sebagai “apek”, sebutan yang umum untuk orang tua laki-laki keturunan Tionghoa. Dari situlah nama “pempek” atau “empek-empek” konon berasal, yang merupakan pelafalan dari kata “apek”.
Seiring waktu, pempek semakin dikenal luas dan menjadi makanan favorit tidak hanya di Palembang, tetapi juga menyebar ke berbagai daerah lain. Kini, pempek sudah menjadi simbol dari kekayaan kuliner Palembang yang tak ternilai.
Bahan Dasar: Sederhana Tapi Kaya Rasa
Pempek dibuat dari bahan dasar yang cukup sederhana: daging ikan dan tepung sagu. Ikan yang paling sering digunakan adalah ikan tenggiri karena memiliki rasa gurih yang khas serta tekstur yang cocok untuk dibuat adonan. Namun, tidak jarang juga pempek dibuat dari ikan gabus, belida, atau bahkan ikan lain tergantung ketersediaan dan preferensi pembuatnya.
Daging ikan digiling halus lalu dicampur dengan tepung sagu, air, garam, dan sedikit penyedap rasa. Adonan ini kemudian dibentuk sesuai jenis pempek yang ingin dibuat. Setelah dibentuk, biasanya pempek direbus atau dikukus terlebih dahulu, kemudian bisa langsung dimakan atau digoreng terlebih dahulu untuk menghasilkan tekstur luar yang renyah.
Jenis-Jenis Pempek yang Wajib Dicoba
Salah satu hal yang membuat pempek begitu menarik adalah variasinya yang sangat banyak. Setiap jenis pempek memiliki bentuk, isian, dan rasa yang berbeda-beda. Berikut ini adalah beberapa jenis pempek paling populer yang bisa kamu temukan:
- Pempek Kapal Selam
Ini mungkin adalah jenis pempek yang paling terkenal. Pempek kapal selam memiliki bentuk besar seperti telur yang terbalik dan diisi dengan telur ayam mentah di bagian dalamnya. Setelah direbus, telur di dalamnya akan matang sempurna, dan menciptakan sensasi rasa yang sangat nikmat saat digigit. Rasa gurih dari telur dan kenyalnya adonan pempek membuatnya jadi favorit banyak orang. - Pempek Lenjer
Pempek ini berbentuk lonjong dan panjang seperti sosis. Tidak memiliki isian, namun rasa dasarnya tetap gurih dan nikmat. Pempek lenjer sangat cocok dimakan bersama saus cuko karena teksturnya yang lembut dan kenyal. - Pempek Adaan
Berbeda dengan kapal selam dan lenjer, pempek adaan biasanya digoreng langsung setelah dibentuk bulat tanpa direbus lebih dulu. Rasanya lebih gurih karena sering kali ditambah dengan daun bawang atau bawang merah di dalam adonannya. Teksturnya renyah di luar dan lembut di dalam. - Pempek Kulit
Jenis ini dibuat dari campuran daging ikan dan kulit ikan. Rasanya sedikit lebih kuat dan aromanya lebih khas. Biasanya berbentuk pipih dan digoreng hingga renyah. - Pempek Pistel
Pempek ini diisi dengan tumisan pepaya muda yang sudah dibumbui, memberikan cita rasa manis dan gurih dalam satu gigitan. Ini adalah salah satu varian pempek yang tidak berbahan dasar telur atau ikan di bagian dalamnya. - Pempek Tunu
Pempek ini unik karena dibakar, bukan digoreng atau direbus. Biasanya menggunakan isian ebi atau sambal, dan rasanya sangat menggoda karena aroma bakar yang khas.
Dengan begitu banyak variasi, pempek menjadi makanan yang tidak membosankan. Kamu bisa mencoba jenis yang berbeda setiap kali dan tetap mendapatkan pengalaman rasa yang unik.
Cuko: Saus Khas yang Jadi Kunci Rasa
Tidak lengkap rasanya membahas pempek tanpa membicarakan cuko. Cuko adalah saus berwarna cokelat kehitaman yang terbuat dari gula merah, cabai rawit, bawang putih, asam jawa, dan garam. Cuko memiliki rasa yang kompleks: manis dari gula, asam dari asam jawa, dan pedas dari cabai rawit. Kombinasi rasa inilah yang menjadi ciri khas utama pempek.
Setiap rumah atau toko pempek biasanya punya resep cuko sendiri. Ada yang suka menambahkan ebi untuk memberikan aroma laut, ada juga yang membuatnya lebih encer atau lebih pekat. Tapi satu hal yang pasti, cuko adalah bagian tak terpisahkan dari pempek. Bahkan ada ungkapan, “makan pempek tanpa cuko itu seperti sayur tanpa garam”—tidak lengkap rasanya!
Cuko juga memiliki manfaat lain. Kandungan bawang putih dan cabai yang tinggi dipercaya bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan memperlancar peredaran darah. Jadi meskipun terasa pedas, cuko justru punya nilai kesehatan tersendiri.
Pempek di Zaman Sekarang: Tetap Digemari, Terus Berkembang
Di tengah gempuran berbagai makanan modern, pempek tetap bertahan dan bahkan semakin populer. Inovasi terus dilakukan oleh para pelaku usaha kuliner untuk membuat pempek lebih menarik. Kini, pempek sudah hadir dalam bentuk beku (frozen), dikemas rapi, dan bisa dikirim ke seluruh Indonesia. Bahkan ada yang menjual pempek ke luar negeri untuk memenuhi permintaan dari perantau yang rindu cita rasa kampung halaman.
Selain itu, beberapa pengusaha juga membuat variasi baru, seperti pempek isi keju, pempek mini, hingga pempek berbentuk unik yang cocok untuk oleh-oleh. Namun tetap saja, rasa klasik pempek kapal selam dengan cuko tradisional masih menjadi primadona yang sulit digeser.
Restoran dan rumah makan yang khusus menyajikan pempek pun terus bertambah. Di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta, kamu bisa dengan mudah menemukan pempek dengan cita rasa otentik. Bahkan banyak food truck dan gerai modern yang menjadikan pempek sebagai salah satu menu andalan mereka.
Kenangan, Budaya, dan Cinta dalam Setiap Gigitan
Pempek bukan hanya makanan. Bagi banyak orang, pempek adalah kenangan. Bagi warga Palembang yang merantau, pempek adalah rasa rumah. Bagi penikmat kuliner, pempek adalah simbol kekayaan rasa yang dimiliki Indonesia. Dalam setiap gigitan pempek, ada cerita tentang sejarah, kreativitas, dan cinta terhadap budaya sendiri.
Tidak heran jika makanan ini begitu dicintai oleh banyak kalangan. Baik anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia, semua menyukai pempek. Sifatnya yang fleksibel, bisa dimakan sebagai camilan maupun makanan utama, menjadikannya sangat cocok untuk berbagai suasana.
Pempek juga kerap menjadi sajian spesial di berbagai acara, mulai dari arisan, ulang tahun, hingga pertemuan resmi. Membawa pempek sebagai oleh-oleh pun seolah sudah menjadi tradisi yang wajib jika seseorang pulang dari Palembang.
Penutup
Pempek adalah salah satu kuliner tradisional Indonesia yang tidak hanya lezat, tapi juga sarat makna. Dari bahan-bahan sederhana, pempek menjelma menjadi makanan legendaris yang dicintai lintas generasi. Cita rasanya yang khas, variasinya yang beragam, dan kehadiran cuko sebagai pendamping menjadikan pempek unik dan tak tergantikan.
Jadi, jika kamu belum pernah mencoba pempek asli Palembang, saatnya menjadikannya sebagai tujuan kulinermu berikutnya. Dan jika kamu sudah mencobanya, pasti tahu betapa sulitnya melupakan rasa dari pempek yang melegenda ini.
